Between Barney & Play Doh

Barney

The Purple Dinosaur

Kadang-kadang, pada satu saat, aku merasa tugas stay at home mom itu rutiiiiiin sekali. Sama setiap harinya, gak dinamis, jadi kadang rasanya bosaaaaaan betul.

Pagi bangun, masak buat Genta minimal, mandi, nonton Barney, main Play Doh, main lego, nyanyi I LOVE YOU, klitikan, tidur, nyanyi lagi, nyusuin, ganti pampers, terus begitu sampai nanti malam waktu Genta tidur. Besok paginya, tinggal ngulang aja daftar sebelumnya.

Tapi kadang, kayak hari ini, aku merasa tugas ibu itu sangat dinamis dan integrated. Gak cuma perlu rencana, kemampuan organisasi tapi juga harus pakai sentuhan seni sedikit. Dan terutama, ketenangan hati. Hahaha.

Sudah 2 hari kemarin Genta susah sekali tidur. Mungkin gabungan antara kurang capek, gigi geraham tumbuh dan ibunya yang geregetan karena dia gak tidur-tidur. Jadi tadi malam, kubisik-bisikin dia supaya hari ini lancar. Sambil dalam hati aku bertekad mau main sama Genta sampai dia bosen. Eh, tau-tau dengan mudahnya dia tertidur duduk sambil nyusu ke aku. Ealah nak, nak.

So here I am between loving and sometimes get bored by the stay-at-home-mom millions of tasks.

Advertisements

Olahraga Otak

Julia & Oprah

Watch your brain while you watch your wrinkle

Julia Robert di OPRAH show bilang

“Otak manusia, seperti pantat. Menjelang usia 40, mulai lembek dan kurang kencang”

Dia belajar menjahit di usianya yang ke-42. Untuk memastikan bahwa otaknya tetap bekerja, sehingga tetap kencang, katanya. Aku? Aku coba belajar ketrampilan yang sudah lama aku bayangkan tapi malas aku mulai. Hari ini, malam ini, aku mulai belajar.

Otak rasanya panas. Kayak olah raga pertama kali setelah lama tidak olahraga.

Tapi puas. Persis sama rasanya waktu dulu pertama kali belajar rafting, belajar naik gunung, belajar kompetensi. Ternyata sensasi belajar apa pun di usia berapa pun, tetap sama.

Excited. Lelah. Sulit berhenti. Dan tidak sabar. Hehehe.

Semoga sel-sel abu-abuku semakin kencang dan tidak lembek yaaaaa?