Tentang Blackberry & John Denver

Barusan baca status salah satu teman di FB, isinya lirik lagu John Denver. Hati saya langsung hangat bacanya. Bibir saya juga langsung melukis senyum di wajah. Aih. Betapa saya suka sama lirik lagu-lagunya John Denver. Juga musiknya. Ringan dan mendayu-dayu. Hehehe. Sebagian dari Anda pasti langsung “mbatin”,

“Ketauan angkatannya, sukanya John Denver.”

Sebagian yang kenal saya, juga pasti langsung menghubung-hubungkan cerita masa lalu dengan kesukaan saya sama John Denver. Ah. Bisa jadi memang ada hubungannya sama memori indah di masa muda. Bisa jadi. Saya tidak menolaknya.

Sejak kecil, keciiiiil sekali, mungkin sekitar SD, saya sudah biasa mendengarkan lagu-lagunya John Denver, ABBA, Bee Gees. Sering kali, sepulang sekolah, mamah menyetel musik-musik angkatannya di tape kami dengan volume yang menggelegar. Sambil memegang cover kasetnya, yang isinya lirik, di tangan kirinya. Biasanya mamah menjentik-jentikkan jari tangan kanannya, sampai muncul bunyi klik, klik, klik. Kepalanya bergeleng-geleng mengikuti irama musik. Tentunya ini juga diikuti dengan gerakan pantatnya ke kiri dan ke kanan. Haha. Yang mengenal mamah saya, pasti bisa mudah membayangkan bagaimana kombinasi gerakan itu biasa dilakukan mamah.

Kadang, bahkan saya ditunjukin kertas pembungkus kasetnya. Ditunjuk kata per katanya sambil beliau mengucapkannya keras-keras. Ya. Dari kecil, rupanya saya sudah diajak membaca sama mamah. Saya juga baru sadar…

Bayangkan dari kecil saya biasa “rengeng-rengeng” lagu “super trouper”. Atau Fernando. Kadang juga Me & You & A Dog Named Boo. Saya memang suka iramanya. Tapi waktu SMA, gengsi dong saya tunjukkan kesukaan musik saya itu ke teman-teman yang lain. Rasanya selera saya ketuaan. Hahaha. Begitu kuliah dan ketemu sama teman-teman PALAPSI di psikologi UGM. SAya menemukan alasan yang kuat buat makin suka sama lagu-lagu lama.

Sekarang, suami saya sudah nggodain saya. Setiap giliran saya memencet radio di mobil atau memilih CD. Dia langsung tersenyum kecut. “Lagu-lagunya bikin ngantuk,” katanya.

“Ini pasti gara-gara PALAPSI,”

Begitu tambahannya. Tapi setahu saya, ada kok teman-teman PALAPSI yang gak suka lagu John Denver. Juga saya kenal beberapa orang yang bukan teman di PALAPSI, tapi gandrung setengah mati sama John Denver. Kan tergantung orangnya ya?

Nah, soal Blackberry, saya juga punya cerita. Sebelumnya saya harus bikin pengakuan dulu. SAmpai sekarang, saya tidak punya BB dan juga tidak pakai BB. Kenapa? Nampaknya saya salah informasi. Saking banyaknya berita di koran, internet, TV soal bahayanya BB. Saya kok along the time makin malas pakai BB. Di lingkungan terdekat saya, juga hampir semuanya masih bertahan sama HP standar, bukan BB. Istilah Romi, adek ipar saya, “We are Nok*a People.” Hahaha. Bener juga. HP keluarga dekat saya hampir semuanya bermerk sama.

Sampai kemudian suatu hari, adek saya beli BB. Beberapa minggu kemudian, saya mulai penasaran sama kelebihan BB. Saya tanya dia tentang kemudahan apa saja yang didapat dari BB. Iya cerita. Rupanya macam-macam ya kemudahannya? Mudah kirim email. Mudah chat a.k.a silaturahmi sama teman dan saudara. Mau dagang juga gampang. Terus saya tanya lagi tentang bahayanya, seperti yang dibahas sama pak Ti**atul itu. Kata Iya,

“Ya tetap aja tergantung orangnya mbak.”

Pertanyaan not-so-well-informed saya kemudian, “Jadi tetap aja kan semua yang mau kita share harus kita share sendiri? Orang gak bisa kan nyak-nyak-an masuk begitu saja ke info-info yang saya ga bersedia share?”

*hiks, malu… Saya pikir-pikir lagi. Iya juga ya? Masak ada teknologi yang bikin privasi jadi gak terjamin? Ya tetap aja tergantung orangnya kan. Info mana yang mau di-share. Info mana yang private. Oalah Fan, Fan… udah gak well-informed, ngambil keputusan, yakin pula… Maluuuuumaluuuu

Hihihi. Mau John Denver kek. Mau Blackberry kek. Memang semua tergantung orangnya ya?

Psst, saya sekarang lagi nabung nih, mau beli Blackberry… hihihihihi…

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s