Repost : Belajar Islam (1)

Maka bertakwalah kamu kepada Allah menurut kesanggupanmu dan dengarlah serta taatlah dan nafkahkanlah nafkah yang baik untuk dirimu. Dan barangsiapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya, maka mereka itulah orang-orang yang beruntung.

Dalam sebuah pengajian, dibahas soal kelompok-kelompok muslim yang hobinya “meluruskan” teman-temannya. Kelompok-kelompok ini tersebar berbendera banyak nama di Jakarta. Pilihan kata “meluruskan” memang terdengar kurang enak di hati, terutama bagi yang “diluruskan“.

Namun surat 64:16 (At-Taghābun) di atas nampaknya memang menunjukkan bahwa Allah Maha Mengetahui ciptaan-Nya. Sebagian orang sanggup puasa Daud sepanjang tahun, karena diberi nikmat kesehatan perut yang luar biasa. Sementara sebagian lain memperoleh nikmat harta, sehingga mampu bersedekah miliaran rupiah. Yang lain lagi mendapat nikmat kekuatan hati untuk bangun malam dan melaksanakan sholat malam.

Bahkan Abu Bakar dan Umar, dua sahabat nabi memilih waktu yang berbeda untuk melakukan sholat witir. Semuanya dengan pertimbangan kesanggupannya masing-masing. Kalau Rasulullah saw saja membiarkan sahabat-sahabatnya melakukan ibadah sesuai kesanggupannya, lalu apakah manusia sekarang berhak memaksakan pendapatnya pada orang lain yang dianggapnya masih “bengkok“?

*masih belajar

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s