Tentang Ronde

Wedang Ronde SAlatiga - Blog Fanny Herdina

Ini dia penampakan ronde Salatiga yang super ngetop itu

Duluuu, saat saya masih jauh lebih mudah dari sekarang, saya paling heran kalau papah mamah saya bersama teman-temannya yang datang berkunjung memanggil tukang ronde yang lewat depan rumah. Bagi saya itu makanan atau minuman aja gak jelas. Rasanya pedes tapi bukan cabe. Aneh lah. Minuman khas orang tua. #uhuk #batuk

Kemudian beranjak remaja dan mulai ngekos di Yogya, kadang kala badan rasanya remek kalau habis berkegiatan di alam. Pengen minum sesuatu yang enak di badan. Sekali waktu coba bubuk jahe wangi instan, minumnya pake air es dan es batu. Ternyata rasanya seru. Semriwing gitu. Ga bikin keringetan, seger di lidah tapi hangat di badan. Lumayan sering akhrirnya saya minum es jahe itu.

Sekarang ini, tukang ronde yang suka lewat depan rumah saya, malah jadi langganan saya. Kadang saya bahkan berharap dia lewat, walaupun ditunggu tak kunjung datang. Rasanya badan lebih segar dan hangat setiap kali habis minum ronde, yang buat saya isinya cuma kacang dan air jahe hangat. Soal rasa, ronde sudah jadi favorit saya, beda dengan referensi saya duluuuuu waktu masih lebih muda. Am I getting old? Kok gak terasa ya. #uhuk #batuklagi

Pernah juga suatu ketika, sedang hamil Puti, saya dan keluarga jalan-jalan ke Yogya. Hamil Puti sungguhlah menguras tenaga. SAmpai di Vila Kandang Sapi milik seorang sahabat tersayang, saya terserang demam yang luar biasa. Kondisi hamil, saya berusaha keras ga minum obat. Dikeroki sama budhe yang mengasuh anak teman saya. Mendingan, tapi belum total. DIpijetin. DIbikinin teh panas. Tetep saya nyidam ronde. Malam-malam saya diajak ke angkringan yang saya gak tahu lokasinya di mana. Sepanjang perjalanan, saya cuma tidur sambil sayup-sayup dengar suami dan sahabatnya ngobrol. SAmpe di angkringan, saya langsung dipesenin minuman ini. Uenak pol. Isinya jahe, lemongrass sama apaaa gitu. Ampuuuun itu di lidah sama di badan uenak banget rasanya. Mirip ronde dengan rasa yang lebih kaya. Layak dicoba.

Kemudian saya jadi terpikir malam ini. Pendapat saya soal ronde mengalami perubahan nampaknya. Drastis lo. Dari anti jadi cinta. Dari nolak jadi ngarep. Walah. Kenapa ini kok bisa terjadi. Again. Am I getting old? Selain tulang yang gampang capek dan tumpukan lemak di perut yang tak mau pergi, saya kok merasa tetap orang yang sama dengan yang anti sama ronde beberapa waktu lalu ya. Walau ternyata harus diakui, saya berubah. Perubahannya pelan dan tidak terasa. Tahu-tahu, di sinilah saya sekarang, ngefans sama ronde, yang dulu kepikir mau nyium baunya aja nggak.

Kalau selera minuman saya -yes, ronde itu minuman, now I know- saja sudah berubah sedrastis itu, apakah perilaku dan amalan saya juga sudah berubah ya? Aaah, sekarang baru saya merasa tua. At least lebih tua dari si saya yang gak suka ronde itu. Ya Allah, bantu saya ya. Kulit mulai keriput, rambut putih mulai muncul, bahkan minuman udah jadi ronde, kok amal begini-begini aja. Bantu saya yaaa……

Oiya, soal ronde saya punya cerita lucu. Waktu SMA, saya dan sahabat ikut pelatihan di kota Salatiga yang sejuk. Selesai pelatihan, kami ngobrol dengan instruktur kami yang mahasiswa UKSW.

“Di sini malem-malem gini, enaknya ngapain mbak? Ada apa aja di sini?”

“Hmmm, ada konde”

“Apa? Konde?”

“Bukan. Konde. Wedang konde. Di deretan depan toko roti Tegal”

“Wedang konde? Apa isinya tuh mbak?”

“Hmmm, #salting. Konde. Wedang konde.”

Tiba-tiba baru nyadar, saya dan teman saya teriak hampir bersamaan. “Ooooo, wedang ronde. Iya. iya” #ngacir. Kami berdua langsung masuk kamar sambil nahan tawa. Kami lupa kalau si mbak ngomongnya memang sengau, jadi ngomong “ronde” terdengar “konde” di telinga kami. Kelakuan anak SMA memang adaaaaa aja.

Ah, sudahlah. Cukup soal ronde. Malam ini saya berhasil mencegat si abang penjual ronde. Menjelang tidur ini, ijinkan saya berharap, jika selera saya sudah berubah, semoga akhlak dan amalan saya juga berubah ke arah yang baik. Aamiin.

Gerobak Ronde Salatiga - Blog Fanny Herdina

Ini gerobak rondenya. Hampir semua penjual ronde di Saltiga model gerobaknya kayak gini.

 

Toko Roti Tegal - Blog Fanny Herdina

Ini Toko Roti Tegal di Salatiga. Yak. Nama tokonya Tegal. Roti kejunya enaaak banget. Kamar mandinya bersih. Kalau-kalau nyasar di Salatiga, modal beli roti keju, mampirlah ke kamar mandiinya buat pipis. Hihihi.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s