Quote

Mama Lebay

image

 

Lihat tulisan ini di facebook teman, terus ketawa sendiri.

Nomor 1, betul banget. Waktu Genta dan Puti bayi, kalau gak ada asisten dan suami harus berangkat pagi. Mandi berarti nunggu suami pulang, yaitu jam 8 malem, atau jam 5 sore dengan pintu kamar mandi dibuka dan bayi duduk di kursi di depan pintu kamar mandi. Jangankan cuci muka pakai pembersih, sempat handukan sampai kering aja, udah alhamdulillah nya panjaaaang bener.

Nomor 2. Nah ini yang sempet bikin nangis. Tetangga depan rumah suka kedatangan tamu yang pakai baju rapi. Hiks. I call it smart dress. Terus karena lagi melow, jadi inget jaman kerja pakai blazer, beli baju cantik, pakai asesoris, huaaaaa. Jadi pengeeeeen.

Nomor 3. Hihihihi, waktu nikah suami kasih hadiah satu set perhiasan, semua bentuknya hoop, lingkaran. Anting2 yang paling bertahan dipakai. Cincin kawin hilang dijual orang. Liontin dan kalung jarang dipakai. Gelang apalagi. Anting selamet dipakai sampai Genta mulai narik-narik buat gondhelan pas belajar berdiri. Well, selamet sampai sekarang gak pake anting. Sempet sih pake anting sebelum Puti lahir beberapa bulan, tapi sekarang udah lepas lagi. Until then, hoop earrings.

Nomor 4, emang dari dulu ga pake heels sih sepatunya jadi aman. Cuman ribet aja pas kondangan. Kenapa ribet? COba aja gendong bayi atau nitah bayi pake rok span sama high heels. Then we’ll talk yey?

Nomor 5 kupikir lebay. Sampai beberapa bulan lalu, gigi depan saya gumpil nggigit garpu. Ceritanya karena mulai pusing, maksain makan pas Puti belum tidur. Karena ga tenang di kursinya, pas lagi masukin makanan ke mulut, lompatlah saya lihat Puti yang hampir jatuh. Garpu belum keluar dari mulut saya gigit. Aduuuuuh, itu linunya beberapa hari ga hilang. Dan gigi depan saya gumpil. hihihih.

Eh eh eh. Ini bukan mengeluh atau tidak bersyukur. Ini cuman cara mengingat bahwa saya tidak sendirian melakukan pekerjaan ini. Saya nulisnya juga pakai senyum-senyum kok. Senang aja, ternyata yang saya rasakan itu skalanya internasional. Wong yang pakai bahasa Inggris juga ternyata ngalamin. I have an international experience. Do you have it?

Advertisements

Lima Huruf Saja untuk “Sabar”

Nice lesson from a dear relatives of mine

FiLia!

Menjelang abege dulu, saya hobi bersepeda bersama teman – teman. Kami menjelajah wilayah tempat kami tinggal, waktu itu kami tinggal di daerah Pejompongan, Jakarta Pusat. Teman karib yang kerap menemani saya bersepeda salah satunya bernama Diana.

Satu sore yang cerah, saya dan Diana bersepeda menyusuri Jl. Danau Limboto. Di jalan itu banyak berdiri bangunan sekolah yakni sebuah gedung Taman Kanak -kanak, beberapa bangunan SD, sebuah gedung SMP dan 1 gedung SMEA. Sekolah kami, SDN 05 Pagi juga terletak di jalan ini.  Tapi bukan sekolah – sekolah tersebut yang menjadi tujuan kami bersepeda. Entahlah, saya juga tak ingat hendak kemana kami sebenarnya waktu itu, karena memang biasanya kami hanya senang berkeliling – keliling saja menghirup udara sore, tanpa arah yang pasti.

Hampir mencapai ujung Jl. Danau Limboto, tepat di belakang sebuah bangunan gereja, kami lalu berbelok ke kanan mengarahkan laju sepeda kami menuju Jl. Danau Mahalona. Di situlah kami berpapasan dengan…

View original post 1,751 more words