The One That Warm My Heart (& Eyes)

Mau share sesuatu hari ini

Udah tahu kan kalau kemarin hari Minggu, Sedekah Ilmu Goes To School perdana berlangsung di Bogor? Tepatnya di desa Caringin Bogor.

Sekian tahun yang lalu saya sering ke sana bahkan bisa nginep 2 minggu buat kasih training korporate komunikasi terbesar di Indonesia yang warnanya merah itu. Hahaha. Jelas yak?

Waktu itu saya dibayar lumayan dan ketemunya sama orang2 lulusan universitas keren2 yang kalau nama universitasnya disebut bakal greng lah dengernya. Mereka ga punya mimpi jalan2 ke luar negeri, karena terlalu sering udahan.

Kemarin saya datang lagi ke tempat yang cukup familiar ini. Seperti nostalgia. Kali ini saya punya misi berbeda. Sekitar jam 7.30 saya sampai ke sebuah MA yang anak2nya sedang belajar bermimpi. Saya dibikin speechless sama anak anak ini.

Awalnya mereka sedikit ragu bicara mimpi. Nampaknya mungkin ga terbiasa bermimpi. Tapi semangatnya makin meningkat seiring sesi makin panas.

Di akhir hari, mimpi mereka semakin jelas. Saya quote kan sebagian WFO mereka…

“Saya berdiri di panggung bersama teman teman paduan suara saya, selesai bernyanyi di kontes Internasional di Amerika tahun 2020”

“Saya melihat baju baju muslim rancangan saya diperagakan oleh para model di acara fashion show international dan saya mendengar tepuk tangan para penonton tahun 2025”

“Saya berdiri di atas pegunungan sedang mengambil gambar dengan sudut yang berganti ganti supaya hisa menjadi fitur di surat kabar tempat saya bekerja”

Now. You tell me how you feel membaca WFO macam itu dari remaja kita. You tell me.

Yes, now you feel me, right?

Memang benar Soekarno waktu bilang masa depan bangsa ada di tangan para pemuda ya?

Bayangkan kalau tiap remaja di bahkan di pelosok dapat kesempatan buat mengeskplor mimpinya dan diberi tools untuk mengejarnya. Pemuda #AntiGalau istilah mereka. Hehehe.

Sampai sekarang saya teringat ekspresi wajah mereka. Senyumnya salah satu dari mereka saat berhasil melupakan kejadian yang selama ini mengganggu hidupnya. Senyum saat tiba tiba merasa kesedihannya berkurang drastis. Senyum saat bisa membayangkan dirinya memegang piala kemenangan.

Terutama, senyum saat berkata.

“Sekarang berangkat sekolah kok terasa ringan ya bu?” *abaikan kekurang ajaran mereka memanggil saya bu padahal harusnya kan panggil kakak* huaaa

Sungguh saya super jaim saat ini karena sesungguhnya kalau boleh saya mau joged joged sambil nyanyi I love to move it move it 󾠀󾠀󾠚󾠚

Ijinkan saya bercerita kisah ini di pagi Senin yang mendung. Sekedar menyampaikan terima kasih atas dukungan semua teman donatur, relawan, partner yang diam diam mendoakan dan mensuppSedekah Oksigenigen.

Yesterday, it was your love that touches their heart. I was honored to witness it all.

Again, thank you. Stay close. Stay in touch.
Mari kita lanjutkan bergandengan tangan ini buat mereka.

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s