​Punya TV Ga Punya Antene

Sekitar bulan Agustus nanti, resmi 3 tahun kami sekeluarga jarang nonton TV. Dibilang ga pernah, padahal kalau di hotel nonton, di Villa Kandang Sapi langganan kami nonton juga, di Villa Mbantul Madu nonton juga. Jadi merasa bersalah kalau ngakunya ga nonton TV.
Sebelumnya sejak sekitar 2008 pun sesungguhnya kami jarang nonton TV lokal. Jiaaah. Nontonnya TV Internasional lah, CSI, NCIS, Lie To Me. Pokokna mah di mana asa kejahatan, di situ kami nongton lah. Horatio bintangnya buat saya. Yang selalu mengundang suami membully saya dengan pilihan lelaki saya. Komen suami,

“Memang pilihan laki lakimu tu yang bener cuman aku ok dek.” #abaikan

Sampai suatu ketika tanpa dinyana, bagai petir di siang bolong, si internasional tea pun memutuskan hubungan secara sepihak. Karena harga diri yang tinggi menutupi alasan sesungguhnya, yati malas, kami biarkan itu TV mati tak terurus. Maka sunyi sepilah dunia kami dari pertelevisian.

Namun di antara waktu waktu itu, suatu ketika pak suami kangen nonton ILC. Tontonan favorit beliau yang mendapatkan dukungan penuh dari almarhumah mamah. Di depan Bang Karni dan suara khasnya, biasanya mamah dan mas akan sibuk berdiskusi tentang tema tema heboh tanah air. Saya? Saya pilih nemenin bocah2 aja, main game atau baca buku.

Karena rindu yang tak terkira, dibelilah antene indoor ala ala. Sekedae bisa memunculkan gambar di kotak hitam besar yang menghias ruang depan kami. *mau bilang ruang tamu kok ya bukan, ruang keluarga ya iya, fungsinya macrm macrm jadi sebut saja ruang depan*

Dan ajaibnya, hanya si bapak yang bisa memakai itu antene. Mungkin sesungguhnya saya bisa, tapi ga sronto kata orang Jawa suruh muter muter tombol sambil gerakin 2 antene panjang itu sampai ketemu titik yang pas yang bisa menghapus semut semut dari layar TV kami. Alhasil, again, saya cuman nonton TV kalau si bapak ada dan beliau lagi pengeb nonton TV.

Rupanya TV yang harganya mahal itu tak jadi bermanfaat juga kalau gak didampingi si antena ala ala yang harganya 100ribuan ya? Kok bisa? Gimana sih kerjanya dunia industri pertelevisian ini? Kok bisa satu pabrik raksasa yang terkenal jadi ga berkutik tanpa kehadiran produk dari pavrik kuecil yang entah apa namanya itu. What a plot!

Hanya karena harganya murah atau sering kali gratis diberikan sebagai bonus pembelian TV, we take it for granted. Begitu antena rusak, bubar semua. TV cuman jadi kotak pajangan. Or in my case, jadi cermin buat my littlr princess nyanyi dan ngapalin dialognya Sopo Jarwo dan Cherrybelle.

Plot plot macam TV tanpa antena ini jebul banyak juga kita temui ya di dunia nyata? 

Seperti 

mampu beli mobil, tapi menganggap kemampuan menyetir sepele

mampu beli motor Ninja, tapi lupa kalau rumahnya ga muat buat diparkirin Ninja

mampu beli buku, tapi nyempetin bacanya nunggu tak sok tar sok

mampu beli tempe, tapi ga punya cabe buat temen makannya…. haaaaa…… huahahahaha…..

Nampaknya memang standar dan manusiawi saat kita fokus pada yang besar dan magrong magrong, yang keren, yang mengundang decak kagum, dibanding fokus pada hal hal kecil yang sepi dari tepukan. Umum juga kalau manusia lebih suka melihat yang bisa dibeli dengan harga mahal, lupa sama yang (dikira) gratisan dan (dikira) punya dia sendiri, macam oksigen, tanah negara, air dan banyak lainnya.

Maka sebagai bentuk aksi anti mainstream, saat banyak orang menuliskan salah satu dreamnya punya TV yang inch nya sak hohak, saya dengan ini memutuskan bahwa salah satu dream saya adalah punya antene TV yang mudah dioperasikan. Demikian!

Selanjutnya hal hal mengenai itu akan diatur dalam tempo segera dengan sepengetahuan si bapak. *yes pak?*

Ok. Sebelum Anda membayangkan saya membeli antena. Saya ingatkan. Kadang kala plot macam ini juga muncul dalam cerita macam lupa seberapa menderitanya ga bisa BAB rutin setiap hari karena sibuk mengatur sebuah negara. Begitu deh!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s