​Sarah Sechan : VJ Favorit

Hmm…. baiklah sekali lagi saya menunjukkan usia saya sezungguhnya. Yaaa mau ditutupin gimana juga. Misalkan nih misalkan tampang masih bisa dibilang muda, la itu gembolan di perut paha lengen mau bohong gimana caranya? Hiks.
Anyway, dulu waktu Sarah Sechan *ini bener gak nulis namanya?* jadi VJ MTV pertama kali, saya ga bosen boseeeen liat dia ngomong. Jangankan ngomong, berdiri aja kok sajak tenaaaaang banget. Ngomong juga santaaaai gitu, ga kesusu kayak VJ lainnya. Ngeliatnya tuuu enaaaaak banget.
Lalu saya ingey beberapa tahu  sebelumnya saya oernah di rumah nenek saya di Sekayu, nonton Dunia Dalam Berita. Hayo jam berapa hayoooo Dunia Dalam Berita disiarkan? Sebelum Film Cerita Akhir Pekan laaah tentunyaaaa…. halah kok sampe situ….
Waktu itu kami lagi nonton DBD, bibi Dini ikut nonton vareng kami seperti biasa. Dan memang udah agak beberapa saat saya terganggu sama pembawa beritanya yang tangannya gerak getak terus, eh bibi Dini kayak paham aja pikiran saya, dia komentar,
“Pembawa beritanya cemas tuh. Orang kalau cemas tu suka gerak gerakin tangan kayak gitu”
Manalah saya tahu itu bener apa gak. Denger itu diucapin dari beliau aja udah kayak keren vanget. Kok bisa tahu ya? Dari mana?
Dari pembaca berita DBD sampai Sarah Sechan, bahkan presebtasi perdana saya saat kuliah di psikologi UGM kok ya temanya tentang gesture. Entahlah. Memang semua itu ga ada yang kebetulan ya?
Dan salah satu alasan saya ga suka nonton ILC juga adalah karena yang saya tonton sama yang ditonton suami itu beda. Saya ngeliatin mata orang saat bicara. Saya ngeliatin bahunya saat duduk dan berdiri. Saya memperhatikan kecepatan bicaranya, intonasinya, belibetnya lidah. 
Kemudian setelah belajar NLP, saya juga memperhatikan diksinya, pilihan kata sambungnya. Terakhir saya merasakan energinya. Dan semuanya itu sulit diterangkan. Sama sulitnya seperti saat saya menikmati melihat Sarah sechan sekedar berdiri dan bicara.
Koo bisa? Karena mungkin semua itu nampak tapi tak teramati oleh sebagian orang. Padahal meninggalkan kesan.
Maka saya selalu terkesan pada orang orang yang bahunya tenang tak vergerak saat berdiri. Juga pada orang yang matanya fokus tak sibuk mencari cari. Juga pada orang yang bicaranya mantab, tak dibikin pelan supaya nampak berwibawa juga tak dibikin cepat supaya nampak cerdas dan tanggap. Juga pada orang yang mendengarkab orang lain ketika gilirannya mendengar, bukan sibuk bersiap atas jawabannya sendiri.
Tentunya saya juga suka pada orang yang sibuk menunjukkan kebaikannya tanpa harus memvandingkan not to mention menjatuhkan orang lain, karena orang macam ini sungguh tak pantas memimpin. Beliaunya bahkan belum selesai dengan dirinya sendiri, apa mau diharap dari orang yang masih butuh menjatuhkan orang lain untuk mengunggulkan dirinya sendiri? Kosong! Ompong!
Seperti Sarah Sechan. Bicaranya tenang. Intonasinya cantik. Kecepatannya variatif. Bahunya kokoh. Telinganya mendengar. Otaknya bekerja. Gagasan ada. Tinggal waktu yang akan menunjukkan prestasinya.
Sarah Sechan dari dulu memanglah VJ favorit saya. Kalau VJ favorit Anda siapa? Yang ngomongnya cepet? Atau yang sukanya nyindir? #eh apa sih ini?

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s