Kuadukan Kelemahanku

​Dalam sebuah kesempatan di sudut kebun anggur, seorang laki laki berlengan kokoh, memanjatkan doa. Laki laki yang kemuliaan akhlaknya dikenal di langit dan bumi. Laki laki yang nanti akan menunggu umatnya di ujung jembatan itu. Laki laki yang di sakaratul mautnya masih memikirkan kita.
“Ya Allah, hanya kepadaMu kuadukan lemahnya kekuatanku dan sedikitnya daya upayaku.”
Dalam kondisi sudah memberikan segala daya upaya dan kemampuan menyalahkan pihak lain. Dia memilih buat membicarakan kekurangannua. Mengadukan pada pemiliknya.
What a romantic story.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s