Day 1 – Mengingat Kematian

“Jadikan kematian sebagai pengingatmu”
Puluhan tahun lalu seorang teman mengatakan ini pada saya. Saya angguk angguk. Dan menjawab, oooo. Tanpa paham betul apa maksudnya. Tapi kata katanya nancep dan kejadiannya pun masih sangat detail teringat.
Malam kemarin suami seorang teman meninggal. Saat takziah, hanya ucapan itu yang menari nari di kepala saya. Sambil cuma bisa berucap, ya Allah, Allahu Akbar berulang ulang….
Tadi malam saya tiba tiba menyadari bahwa; Ikea atau Informa, sama saja. BMW atau CRV, tak ada bedanya. Bintaro atau Bekasi, mirip mirip belaka. Negeri atau swasta, cuma beda pengelola. Fossil atau LV, sekedar selera.

Tadi malam saya berbisik pada salah satu sahabat yabg menemani saya takziah, habis berantem sama suami, lalu kudu takziah ke suami teman itu rasanyaaaa…… sesuatu….. huks.
Sebelum pulang tadi malam kami saling berpamitan dengab sesama tamu, seorang tamu memeluk saya, kami belum pernag kenal atau ketemu sebelumnya. Dia berbisik…
“Semoga kita semakin tawakkal ya mbak. Semakin sering mengingat kematian. Supaya ga sia sia hidup kita. Aamiin. Insyaa allah. Insyaa allah.”
Masih suasana lebaran dan Syawal.
Taqaballahu minna wa minkum. Semoga Allah berkenan melancarkan segala urusan dan niatan kebaikan kita selanjutnya dan menjauhkan kita dari perilaku sia sia. Aamiin.

Bintaro, 14 Juli 2017

*tulisan ini juga saya post di page* https://m.facebook.com/story.php?story_fbid=657893037741835&substory_index=0&id=504789756385498

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s