Day 3 – Luka

Ngobrol dengan seorang teman baru yang profesinya perawat, membicarakan luka, keloid dan segala treatment nya tadi waktu makan sianh. Mengingatkan saya tentang luka lain yang mungkin tak terlalu kasat mata.

Entah di keluarga yang lain tapi di keluarga saya, sejak kecil, selain memori menyenangkan, liburan juga menibggalkan luka. Bukan luka tusuk yang mematikan. Atau luka bacok yang membunuh karakter #eh. Tapi luka luka kecil siseten kalau orang Jawa bilang, atau susuben, atau sekedar memar jiwa, akibat benturab 2 orang yang tak dinyana perbedaannya.
Kadang dalan ibteraksi, luka luka baru bermunculan. Bisa juga luka luka lama terkorek dan berdarah lagi. 
Bertambah umur sungguh tak terelakkan artinya pengalaman memiliki luka. Sambil memulung rasa cinta, kepingan maaf, ingatan ingatab indah serta keyakinan bahwa manusia memang tempatnya salah, luka bisa lebih mudah disembuhkan.
Bukan perkara mudah memang, tapi ini bukan soal mudah atau susah. Ini perkara wajib, kudu, harus, perlu, penting, demi kesejahteraan jiwa, juga demi Dia yang maafNya tak pernah habis bagi kita, juga cintaNya yang tak jua kering sumbernya.
Lagipula hidup memang tak dinilai dari susah atau mudahnya ujian bukan? Tapi dari jawaban kita atas setiap pertanyaannya.
Selamat menyembuhkan luka luka, my dear friends. Tak ada luka yang tak bisa disembuhkan. Insyaa allah.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s