Sahabat Tanding

 

Sayang saya ga punya foto anak anak ini. Mereka seumuran mas G atau sedikit di atasnya. Mereka jarang bertemu. Ketemu sekali dua pas pertandingan. Artinya mereka sedang bersaing memperebutkan medali yang berkilau kilau itu.

Tapi setiap kali mas G sedang maju di hadapan juri maka anak anak ini yang berseragam beda dari mas G akan beramai ramai meneriakkan nama mas G dan memberi semangat caiyo caiyo caiyo.

Pada saat yang sama saya biasanya sesang mengambil vudeo mas G berlaga. Maka mendengar teriak teriakan itu selalu saja sekejap menggetarkan hati.

Tambah lagi setiap kali ketemu saya, mereka akan tersenyum, mendekat dan cium tangan denagn takzim sambil sesekali memperkanlkan saya pada temannya yang lain yang belum mengenal saya, mama mas G, itu sebuatan saya.

Anak anak ini sungguh membuat hati saya bergetar sesungguhnya mata saya pun ngecembeng menuliskan ini. Dalam sebuah kompetisi bela diri yang kabarnya penuh kekerasan ini tersembunyi jiwa jiwa ksatria, penuh kasih sayang, percaya dirinya sampai di level bahwa dalam sebuah pertandingan pun mereka mampu memberikan support pada orang yang mungkin mengalahkan mereka.

Maka 2 hari ini di antara banyaknya medali yang dibagikan, diam diam saya mengalungkan medali medali imajiner di leher mereka atas benih ksatria di dada mereka sambil membisikkan doa semoga Allah menjaga benih benih ini dan berkenan menumbuh surburkannya di masa depan.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s