Tentang Cinta, Hypnosis dan Martial Arts

Anda suka teringat-ingat pacar lama Anda gak?

Saya kadang teringat. Seperti barusan saja. Saya teringat pacar saya dengan nomor pendaftaran G2345. Iya, harus pakai nomor pendaftaran, kalo gak nanti mengganggu privacy orang. hehehe.

Ok. Balik ke awal. Saya teringat pacar lama saya karena alasan yang baik kok.

Tadi malam giliran mas Tonny, suami saya, pacar baru saya, yang menidurkan Genta. Genta pakai segala cara buat keluar kamar. Beberapa minggu lalu, mas Tonny terkecoh dengan trik Genta yang pura-pura mau pup. Udah keluar kamar, bukannya lari ke kamar mandi, Genta langsung nggabruk ke saya, minta nonton Barney. Ok. Salah satu trik yang akan diwaspadai.

Kesempatan berikutnya, Genta pakai trik “pup” lagi. Tapi ayahnya dengan tegas bilang, gak. Pikir punya pikir, Genta nemu trik yang berbeda. Kali ini alasannya batuk, minta minum air putih. Sekali lagi, begitu pintu kamar dibuka, Genta langsung menghambur keluar. Hahaha. Gotcha, kata Genta dalam hati mungkin. Akhirnya, setiap trik ini dipakai, ayahnya bakal bilang, “OK. Genta tetap di tempat tidur. Ayah yang ambil air putihnya.” Genta menyerah.

Sama saya, trik akhir Genta adalah minta peluk. Dan biasanya dia akan segera tidur setelah dipeluk. Sama ayahnya rupanya triknya berbeda. Dia minta gendong. Ayahnya setuju tadi malam. Tentunya syarat dan ketentuan berlaku. Hanya digendong di dalam kamar, TIDAK keluar. Hehehe. Kamar cuman seupil gitu. Jalan-jalan di dalam kamar ya sama aja sama joget maju mundur. Anyway, trik ini berhasil. Berhasil buat bikin Genta tidur. Juga berhasil buat negosiasi ayahnya.

Oiya. Saya dan suami termasuk orang tua yang SUKA menggendong anak. Kami tidak percaya bahwa anak yang digendong bakalan jadi manja atau minta digendong terus-terusan. Ya, so far, pendapat kami terbukti. Sejak Genta belajar jalan saja, dia sudah gak mau digendong lagi. Dia hanya minta gendong buat kesempatan tertentu. Dan kami JARANG sekali menolaknya. Tenang saja. Keputusan ini adalah hasil dari riset kami berdua. Anda tidak setuju? Silakan riset ulang. Hehehe.

Soal tidur, Genta juga sebenarnya hampir tidak ada masalah. Dia tidur hampir di mana saja. Dia bisa tidur di car seatnya, saat tape lagi keceng-kencengnya muter baba black sheep. Kadang dia tidur begitu aja di kasur, saat keluarga besar kami klonthangan makan siang. Intinya, dia jarang punya masalah tidur. Tapi saat dia butuh perhatian lebih, kayak tadi malam, memang butuh special treatment. Bayangan saya, kayak saya minta dielus-elus kalau mau tidur, setelah seharian BETE. Atau mas Tonny yang minta dipijet, sepulang meeting seharian sama bule, ngomongin tentang pemecatan karyawan. Kami saja kadang butuh special treatment, gimana Genta.

Kembali soal si nomor pendaftaran G2345. Saya teringat dia karena dia pernah mengajak saya nonton film waktu itu. Saya sudah lupa judulnya. Namanya juga orang pacaran. judulnya ma gak penting. Hihihi. Tapi ada salah satu kalimatnya yang saya ingat

“Talking about love, is like dancing about architecture”.

Ingatan ini memicu ingatan lain saya tentang pak Yan Nurindra, suhunya hypnosis Indonesia. Dia bilang, hypnosis itu seperti bela diri, ada ilmunya, ada tekniknya, ada kursusnya, ada sertifikasinya. Tapi ada 1 hal yang gak bisa ditransfer, yaitu seninya. Persis seperti itu pikiran saya tentang jadi orang tua. Betul ada ilmunya, tekniknya, trainingnya, workshopnya, bukunya, forumnya. Tapi seninya jadi orang tua anak Anda, memang cuman Anda yang menguasai.

Peluk cium hangat for you all, parents.

20 July 2011
-sambil mengirimkan energi kehangatan buat para orang tua di luar sana

INVICTUS : The Poem

Ini dia puisi INVICTUS versi lengkapnya…

Denger-denger ini puisi kesukaan NELSON MANDELA lo, waktu dia dipenjara 30 tahun itu…

Kekuatan katanya memang tiada tara ya?

 

Out of the night that covers me

Black as the Pit from pole to pole

I thank whatever gods may be

For my unconquerable soul

In the fell clutch of circumstance

I have not winced nor cried aloud

Under the bludgeonings of chance

My head is bloody, but unbowed

Beyond this place of wrath and tears

Looms but the Horror of the shade

And yet the menace of the years

Finds, and shall find, me unafraid

It matters not how strait the gate

How charged with punishments the scroll

I am the master of my fate

I am the captain of my soul

(William Ernest Henley)

Masih terbayang-bayang…

Nelson Mandela dipenjara selama 30 tahun. Keluar dari penjara, dia siap memaafkan orang-orang yang memenjarakannya. KOndisi mentalnya super sehat, sampai tidak ada dendam di hatinya. Bahkan dia langsung memimpin bangsanya. Dan fokusnya tetap pada rakyatnya.

OooooooooooooooooooO

RINDU

Genta badannya agak anget. Untung dia tidur cepat pagi ini. Semoga angetnya segera terbang jauuuuuuuh.

Seperti biasa. Begitu Genta terbang dalam tidur bermimpinya. Saya langsung siap melakukan tugas-tugas Ratu Rumah Tangga. Cucian udah dijemur. Masak? Hari ini libur. Mandi? Nanti dulu deh. Ha. Nonton film barang 1 jam deh. Ngecharge diri sendiri duluuuu.

INVICTUS judulnya. Beberapa minggu lalu dibeliin CD-nya sama Iya, adek saya. Dijual di Gramedia 5000 harganya. Film apa tuh? Gitu batin saya. Yang main Morgan Freeman dan si-Bourne itu. Cek jam. Lumayan udah mulai, tapi masih ada sisa barang 1 jam. Pas persis sama jatah nonton film pagi ini. Mulaiii…

10 menit kemudian. Mata saya hangat. Airmata sudah siap meluncur.

Sekitar 1 jam kemudian….

Hiks. Hiks. Hiks. Airmata saya meluncur indah sampai ke dagu. Rasanya rinduuuuuu serindu-rindunya sama rasa yang dimiliki rakyat Afrika Selatan waktu itu. Rinduuuuu punya pemimpin yang sudi bekerja keras. Rinduuuuu punya kebanggaan bersama. Rinduuuuuu. Rinduuuuuu. Boleh kan rindu? Kan artinya cinta?

I am the master of my fate
I am the captain of my soul

Mau ngintip cerita filmnya? Ke sini aja ya…

Panasnya sampai 39 Genta. Moga-moga cuma karna tumbuh gigi ya?

The Sound of Music

Anda pernah nonton film The Sound of Music kan? Kalau belum, sebaiknya Anda segera mencari dan menontonnya. Tonton saja bersama-sama seluruh keluarga kesayangan Anda. Sekali menonton. Berikutnya Anda bisa ikut bernyanyi-nyanyi di keindahan pegunungannya serta kesyahduan perairannya.

Saya kenal film SOM ini sejak saya kecil. Mamah saya semacam nyekoki anak-anaknya. Sampai sekarang, saya tetap suka nontonnya. Musiknya. Gerakan tariannya. Kadang percakapannya saja, saya hapal. Tapi tetap saja saya tonton lagi. Sering kali saya dan adek-adek bilang, “Kok udah lama ya gak nonton SOM, yuk nonton.” Terus, yaaaa nonton lagi lah. Saya paling suka adegan Liesl, si sulung Capt. Von Trapp waktu menari di Gazebo rumahnya dengan Ralf, si kekasih hatinya. Roknya itu lo. Melambai dengan sangat indah. Saya sampai bertanya-tanya, itu kainnya apa ya, kok bagus banget.

Saya juga suka adegan Maria dan Capt. Von Trapp pulang dari bulan madu, terus ketemu sama anak-anaknya. Favorit saya adalah waktu Maria nyanyi bareng Liesl. Aaaah.Indah betul hubungan antara mereka berdua. Yes. You should run now and watch the film. Sudahlah, Anda bisa selesaikan baca blog ini kapan saja. Cari saja dulu filmnya. Ayo nontoooooooon.

Semacam ketemu teman lama. Selesai menonton TV. Rasanya energi kayak batere HP baru selesai dicharge. Fresh. Singalnya kenceng bener. Hati rasanya hangat menikmati cinta si Captain Von Trapp sama Maria. Eh, sudah tahu belum kalau film itu diinspirasi oleh cerita nyata? Beberapa waktu yang lalu Maria yang asli diwawancara OPrah. Saya nonton di TV kabel, tapi saya lupa channelnya. Seru.

Oiya. Kalau Anda aktivis YouTube. Ada juga video di Youtube tentang scene tarian di salah satu stasiun di Eropa dalam rangka memperingati film SOM ini. Ah. Tepatnya sudah berapa tahun film ini, saya lupa. Omong-omong, film itu ternyata juga kayak keju ya? Lama-lama jadi makin mantap dinikmati. Apalagi sekarang, di tengah gersangnya film-film yang menyejukkan jiwa.

Udah ah. Yuk nyanyi bareng.

The hills are alive… with the sound of music…

WIth song they have sung for a throusands years…

The hills fill my heart.. with the sound of music…

My heart wants to sing every song it sings…

Happy morning everyone…