Tebar Cinta Anak Bangsa

Yesss…..

Bayangkan pemandangan berikut ini….

Anak anak berbaju merah putih tertawa riang di pagi hari sambil berjalab kaki menuju sekolah…
Anak anak berbaju putih biru tersenyum tersipu saat bertemu temannya mengayuh sepeda menuju sekolah dengan udara pagi yang segar…
Anak anak yang bangun pagi dengan niat berangkat sekolah apa pun kondisinya saat itu…
Anak anak di pelosok Indonesia dengan mimpi besaaaar bagi bangsanya menyusuri pematang menuju gedung berbendera merag putih…
Anak anak yang dengan setia menunggu rakit di pinggir sungai untuk membawa mereka ke pelukan bapak ibu guru yang sudah menanti dengan senyumannya…

Yes… pertahankan gambar itu….

Sekarang bayangkan Anda yang mengukir senyuman itu…
Mereka, anak anak itu melambaikan tangan dan senyumannya buat Anda…

Anda yang membuat segalanya mungkin bagi mereka…
Anda yang menyisihkan sebagian rejekinya buat tas tas mereka… buku buku mereka… pensil yang mereka genggam… buat masa depan mereka… yang at the end adalah masa depan bangsa kita juga, Indonesia…

Well… Anda bergetar?
Saya nulisnya pun bergetar…

Bantu saya dan temen teman di @sedekaoksigen yaaaa buat bikin bergetar hati anak2 itu… supaya mereka tahu ada banyak ayah bunda yang peduli pada mereka di tanah airnya…

Bantu kami yaaa….
Bantu mereka….
Bantu anak anak bangsa kita…. – with Fauziah H, farino, Fatriya, Danti, Awwal, Dian, Henri, and Anton

View on Path

Advertisements

Merah Putih Kami

Mengutip kalimat mas Hunggul Budi Prihono.
Ibarat puzzle. Para relawan, dermawan, manusia berhati sosial, pemilik ide cemerlang tersebar dan bertebaran (nampak berantakan karena saking banyaknya) di seluruh penjuru negeri yg teramat kaya ini (kalo ada yg tidak mau mengakui bahwa negeri ini kaya silahkan minggir ke negeri tetangga 󾌼).
Semua mereka ada, karena pada dasarnya negeri ini merdeka dg kerja keras, merdeka dg saling gotong royong, merdeka dg penuh darah dan airmata, merdeka dg segala kekuatan yg tersebar yg mulanya satu menjadi dua, dua menjadi tiga yg kemudian saling bersatu bermodal bambu runcing dan nasi bungkus ala kadarnya. Lempengan2 puzzle menjadi kuat dan berwujud sebuah gambar merah putih di dada dan menjadi kekuatan dahsyat melawan mortir dan senapan mesin sang nederland.

Siapa yg menyatukan puzzle tersebut?

Tidaklah penting menanyakan siapa tokoh yg menyatukan puzzle2 kekuatan rakyat semesta saat itu karena pada dasarnya para pahlawan tidak mengharap sebuah penghargaan dan pengakuan.

Relawan juga sebuah kekuatan dahsyat, energi individu yg masih tersebar dan twrcerai di seantero negeri ini. Ibarat sebuah generator listrik, bagian komponennya masih tercecer di seluruh pelosok dan sudut kota.

Si kabel mungkin ada di Padang, si akki ada di Bogor, si karburator ada di Ambon, dll….. Semua akan berfungsi dan memberi manfaat sbg sebuah energi besar setelah ada yg merangkai dan menyatukan.

Siapa yg akan merangkai dan menyatukan puzzle2 ini??

Banyak lembaga sosial, banyak kelompok2 peduli, banyak komunitas (yg positif) dimana mana mulai para abg, emak2 rempong, bapak2 sampai civitas kampus dan teknokrat dan cendikia.

Tidak penting siapa mereka menurut saya.

Kekuatan yg akan menyatukan puzzle2 ini adalah MERAH PUTIH di dada.
Kekuatan dahsyat seperti sang bambu runcing melawan mortir dan senapan mesin.
Di MERAH PUTIH tidak ada RAS, MERAH PUTIH tidak menanyakan agamamu MERAH PUTIH tidak menanyakan asalmu.

Selamat menebar manfaat RELAWAN!!

Sharing Sekolah Relawan Bersama Sandiaga Uno

Sharing Sekolah Relawan Bersama Sandiaga Uno

Ini penulis aslinya. Namanya mas Eko Subiyantoro. Pemanjat handal. Relawan senior. Integritas gak perlu dibahas lagi.

Ini penulis aslinya.
Namanya mas Eko Subiyantoro. Pemanjat handal. Relawan senior. Integritas gak perlu dibahas lagi.