Mas G’s Story-telling Kicks Back Stronger

Ketika mengeluh sama si sulung

 

Ya allah maaaas kepala ibu pusing bangeeeet…..

Bersyukuuuur….

Maksudnya mas? *kirain nyukurin emaknya*


Bersyukur buuu….


Maksudnya ibu disuruh bersyukur mas?


Iya. Bersyukur. Itu artinya kan otak ibu bekerja *belum nyambung tapi ok jugak effortnya*


Oh baiklah mas…


Ada cerita bu. Ada orang niskin banget terus dia pengen kaya, dia tanya ke sufi. Sufinya jawab, bersyukurlah. Apa yang mau kusyukuri orang semuanya aku ga punya. Ada juga orang kaya yang prngrn mengurangi kekayaannya, kata sufinya, berhentilah bersyukur. Gimana aku mau berhenti bersyukur orang kekayaanku segini banyak. Yang kaya makin kaya. Yang miskin makin miskin.


Oh. Baik mas. Makasih ya ceritanya.

 

Kepala jadi berkurang pusingnya. Entah itu efek jurus wushu dia atau mungkin inilah efek positif story telling.

Hmmmm…… this is what you feel when the cycle came back to you stronger that it used to be….

Advertisements

Menjadi Cetar Di Area Domestik

Dalam salah satu percakapan imajiner saya dengan diri sendiri, di antara ratusan juta lainnya. Saya pernah bertanya….

Kenapa sih perempuan dibilang gak perlu pinter pinter toh nantinya ke dapur juga?

Lepas dari diskusi panas soal layakkah perempuan go public and less domestic? Lepas dari diskusi itu. Anggap saja memang sebagian perempuan kemudian memutuskan area domestik sebagai kerajaannya.

Lalu apa dosanya menjadi perempuan ratu domestik dengan kepintaran yang ngablah ablah?

Menurut Anda apa memasak itu gak butuh kecerdasan?
Menata buku di rak menurut Anda gak butuh kepandaian?
Memikirkan menu supaya sehat tetap menyenangkan dan gak susah masaknya, apa gak susah?
Menentukan tangisan A adalah karena X sementara tangisan B adalah karena Y dan bukan sebaliknya, apa tidak perlu comprehension yang luar biasa?

Gak. Saya bukan sedang mengagung agungkan peran ibu rumah tangga yang sunyi apresiasi di dunia milenial serba heboh itu. Bukan. Toh perempuan yang memutuskan mendomestifikasi dirinya pasti paham, ini jalan sunyi. Walau ga sunyi sunyi amat kalau 2 anak ngomong dalam waktu bersamaan dengan awalan, bu bu bu bu bu….. *fiuh curcol*

Saya cuman sedang bilang gak peduli di mana peran seorang perempuan, pintar is a must!

Kenapa? Karena gak peduli dia mau jadi ratu domestik atau go public, Allah sudah anugerahkan otak pada perempuan dengan kualitas yang sama. Maka mengoptimalkan fungsinya bagi kebermanfaatan umat adalah salah satu strategi bersyukur yang paling nikmat.

Jadi kenapa memang kalau chef nya S2 psikologi? Ada masalah?
Kenapa kalau babysitter nya S1 Teknik sipil?
Salah apa kalau supirnya lulusan MM UGM?

Gak ada yang salah buibu. Yang salah mata yang lihat. Hati yang kotor. Mulut yang busuk. Yang berpikir peran domestik tak membutuhkan kecerdasan paripurna dan kompetensi yang cetar membahana.

Hempaskan saja!

Sementara sambil tetap kibas jilbab mari kita kembali urutkan judul2 buku yang belum kita habiskan bacanya, sambil menunggu mesin cuci berbunyi atau rebusan ayam siap diolah…..